Pendidikan Lampung Masih Dibayangi Masalah Pengelolaan dan Kesenjangan

HARIANKANDIDAT.CO.ID – Pengelolaan pendidikan di Lampung masih menghadapi berbagai masalah serius. Banyaknya penyimpangan dan ketidaktepatan dalam pengelolaan anggaran pendidikan menjadi sorotan.

Mulai dari dugaan kongkalikong dalam pengelolaan Dana BOS, penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tidak merata, hingga praktik pungutan uang komite yang terindikasi dimanipulasi untuk kepentingan oknum tertentu.

Selain itu, kesenjangan kesejahteraan antara guru honorer, PNS, dan P3K serta masalah perlindungan terhadap guru dan murid menjadi isu yang tak kalah penting.

Hal ini membuat situasi pendidikan di Lampung belum memadai, dan masih banyak masyarakat yang merasa didiskriminasi di sekolah-sekolah.

Masalah ini menjadi perbincangan hangat dalam sebuah pertemuan yang digelar pada Rabu, 4 Desember 2024, di sebuah kafe di Bandar Lampung.

Taufik Hidayatullah S.Pd, seorang pemerhati pendidikan dan konsultan dari Yayasan Dwi Putri Melati, yang dipimpin oleh Dr. Dwi Putri Melati, S.H., M.H., C.Me., C.P.L.E., turut hadir dalam diskusi tersebut.

Taufik menyampaikan bahwa banyak siswa yang masih terhambat untuk melanjutkan pendidikan atau bahkan tidak menerima ijazah karena ketidakmampuan orang tua membayar uang komite yang seharusnya bersifat sukarela.

Ini menjadi salah satu indikator bahwa sistem pendidikan di Lampung masih jauh dari harapan.

Taufik, bersama Ketua Yayasan Dwi Putri Melati dan tim advokasi, berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan perbaikan dunia pendidikan di Lampung.

Mereka juga akan terus mengawasi pengelolaan anggaran pendidikan untuk memastikan alokasi dana tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.

Selain itu, Taufik juga mengingatkan Pj Gubernur Lampung, Gubernur terpilih, serta Bupati dan Walikota untuk lebih fokus dalam pengawasan pengelolaan pendidikan.

Ia juga menegaskan bahwa aparat penegak hukum (APH) harus bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan wewenangnya demi kepentingan pribadi.

Semua pihak diharapkan bisa bekerja sama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lampung demi masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *