Hariankandidat.co.id – Kondisi memprihatinkan terjadi di Gudang Benih Ikan milik Pemkab Lampura yang berada di Kecamatan Tanjung Raja. Hasil pantauan lapangan menunjukkan kantor, ruang pakan, dan ruang peralatan gudang dalam keadaan kosong.
Kolam-kolam pembenihan tampak kering, berlumpur retak, dan ditumbuhi rumput liar. Warga sekitar menyebut sudah lebih dari satu tahun tidak ada aktivitas pembenihan di lokasi tersebut.
Padahal, berdasarkan dokumen ceklis pengadaan yang diperoleh Pemkab Lampura melalui dinas perikanan mengalokasikan anggaran besar untuk sarana pembudidayaan ikan tahun 2025. Rinciannya sebagai berikut:
Uraian Barang Volume Harga Satuan Total
Calon Induk Ikan Nila Betina 1000 Ekor Rp9.500 Rp9.500.000
Calon Induk Ikan Nila Jantan 750 Ekor Rp14.000 Rp10.500.000
Pakan Benih 889 Kg Rp15.000 Rp13.335.000
Pakan Induk 1500 Kg Rp13.000 Rp19.500.000
Terpal 15 Unit Rp1.500.000 Rp22.500.000
Mesin Pompa Air 8 PK 5 Unit Rp9.000.000 Rp45.000.000
Kincir Air 1 Unit Rp9.000.000 Rp9.000.000
Hand Traktor 2 Unit Rp30.000.000 Rp60.000.000
Blower 6 Unit Rp5.500.000 Rp33.000.000
Bak Karantina Fiber 2 Unit Rp7.000.000 Rp14.000.000
Tabung Oksigen 2 Buah Rp1.500.000 Rp3.000.000
pH Meter 2 Unit Rp450.000 Rp900.000
Total Sementara Rp240.235.000
Dugaan Kegiatan APBD Tidak Terealisasi:
Kondisi Gudang Benih Tanjung Raja yang mangkrak dan tidak adanya aset pengadaan senilai lebih dari Rp240 juta di lokasi, menimbulkan dugaan kuat bahwa kegiatan pembenihan ikan yang dibiayai APBD Dinas Perikanan Lampura tahun -2025 tidak terealisasi sebagaimana mestinya.
Saat Media ini konfirmasi ke Kantor Dinas Perikanan Lampura, Kepala Dinas tidak berada di tempat. Menurut keterangan pegawai, Kadis sedang menjalankan dinas luar
mendesak Inspektorat Lampura segera melakukan audit untuk memastikan ke mana anggaran tersebut mengalir. Aset daerah harusnya dipakai untuk membantu petani pembudidaya, bukan dibiarkan jadi bangunan kosong.











