Puskesmas Rajabasa Indah Luncurkan Inovasi GITARBI, Gerakan Ibu Pintar Anti Anemia untuk Cegah Stunting

Hariankandidat.co.id – Sebagai upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu serta anak, UPT Puskesmas Rajabasa Indah meluncurkan inovasi GITARBI (Gerakan Ibu Pintar Anti Anemia),program ini hadir sebagai solusi atas tingginya kasus anemia pada ibu dan masalah gizi pada balita usia 0–23 bulan yang berisiko menyebabkan weight faltering hingga stunting.

Inovasi GITARBI dikembangkan berdasarkan hasil pemetaan masalah gizi di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah yang menunjukkan adanya hubungan erat antara anemia pada ibu hamil dan ibu menyusui dengan kejadian gangguan pertumbuhan pada balita,melalui program ini, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) tidak hanya difokuskan kepada ibu hamil dan remaja putri, tetapi juga diperluas kepada wanita calon pengantin dan ibu menyusui, disertai edukasi gizi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang terus mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan kesehatan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Kepala UPT Puskesmas Rajabasa Indah, dr. Sarah Prima Ayu, M.KM, mengatakan bahwa GITARBI merupakan langkah strategis untuk memutus mata rantai anemia sejak sebelum kehamilan hingga masa menyusui. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai dari hulu dengan memastikan calon ibu dan ibu menyusui memiliki status gizi yang baik serta terbebas dari anemia.

“Melalui GITARBI, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat anak sudah lahir, tetapi dimulai sejak masa persiapan kehamilan, dengan pemberian Tablet Tambah Darah yang lebih luas, edukasi gizi yang intensif, dan pendampingan berkelanjutan, kami berharap angka anemia pada ibu dapat ditekan, kejadian weight faltering pada balita berkurang, dan prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah dapat menurun secara signifikan,” ujar dr. Sarah.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader, keluarga, hingga masyarakat secara luas.

Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader kesehatan, pemerintah daerah, serta masyarakat, inovasi GITARBI diharapkan menjadi gerakan bersama dalam meningkatkan kesadaran pentingnya pencegahan anemia dan pemenuhan gizi sejak dini,Program ini juga diharapkan mampu menciptakan generasi Bandar Lampung yang lebih sehat, unggul, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dengan hadirnya inovasi GITARBI, Puskesmas Rajabasa Indah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang inovatif, preventif, dan promotif guna mendukung percepatan penurunan stunting serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kota Bandar Lampung.

(JML)