Proyek Jalan Tirtayasa ‘Amburadul’

BANDAR LAMPUNG (KANDIDAT) – Proyek peningkatan Jalan Pangeran Sultan Ageng Tirtayasa, Kota Bandar Lampung dengan nilai kontrak mencapai Rp35.518.642.000 dikeluhkan warga karena ditemukan sejumlah bagian jalan yang mengalami keretakan dan berlubang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi tersebut terlihat pada pekerjaan yang masih dalam masa pelaksanaan. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Bentang Kharisma Karya dengan konsultan CV Raja Artha.

Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 4 Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.

Proyek ini menggunakan sumber dana APBD Kota Bandar Lampung melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Kondisi jalan tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas pekerjaan, terlebih proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu belum selesai dan belum sepenuhnya digunakan, namun sudah terlihat mengalami kerusakan.

“Yang menjadi pertanyaan kami, jalan ini kan belum lama dikerjakan dan bahkan belum sepenuhnya digunakan masyarakat, tetapi sudah terlihat retak dan ada bagian yang berlubang. Proyeknya juga bukan bernilai kecil, mencapai sekitar Rp35,5 miliar,” ujar seorang warga.

Menurutnya, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur dengan anggaran besar dikerjakan sesuai spesifikasi dan memiliki kualitas yang baik.

“Masyarakat tentu berharap jalan yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar bisa bertahan lama, bukan baru dikerjakan sudah mengalami kerusakan. Kami meminta kontraktor, konsultan pengawas, dan dinas terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Warga juga meminta pihak terkait memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan kontraktor sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar mutu sebagaimana tercantum dalam kontrak.

Semnatara itu ,Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Bandar Lampung, Rayu R Wiranegara, menjelaskan, pihaknya menemukan dua titik kerusakan pada segmen rigid beton tersebut.

“Untuk itu ada dua titik yang kita dapati di lapangan, retaknya dari atas sampai bawah,” kata Rayu.

Ia mengaku, kerusakan tersebut akan dievaluasi terlebih dahulu untuk menentukan metode perbaikan yang tepat.

Namun, bagian rigid beton yang mengalami keretakan parah dipastikan akan dibongkar dan dikerjakan kembali.

“Sesegera mungkin. Ini paling lama dua sampai tiga hari kita evaluasi dan segera action, paling lama seminggu,” tandasnya.

(Okt)