LAMPUNG (KANDIDAT) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Elly Wahyuni mendorong Pemerintah Pusat menghapus kebijakan naik kelas otomatis dan memberlakukan kembali sistem tidak naik kelas mulai tahun ajaran 2027/2028.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana menghapus kebijakan naik kelas otomatis dan memberlakukan kembali sistem tidak naik kelas mulai tahun ajaran 2027/2028. Langkah ini diambil dalam rangka program peningkatan mutu dan mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas.
Sekertaris Komisi V Elly Wahyuni menegaskan, keputusan tersebut mengacu pada kualitas pendidikan yang di terima siswa dasar dan menengah, hal itu menjadi bagian dari perhatian pemerintah untuk generasi emas.
“Keputusan ini kan memberikan reward bagi anak didik yang benar-benar mempunyai kemampuan, kemauan, kedisiplinan belajar. Sehingga dibedakan dengan anak yang santai-santai.”ujarnya. Rabu (21/10)
Elly menjelaskan, kebijakan itu akan evaluasi menyeluruh dengan mengedepankan pendidikan di setiap daerah untuk mengacu pada pembelajaran siswa, untuk itu akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait serta meninjau dari kebijakan tersebut.
“Berarti kan itu tidak memberikan reward bagi anak yang rajin. Kalau untuk koordinasi dengan dinas pendidikan sendiri, Nanti kita RDP bersama dinas pendidikan.”katanya
Ia mendorong, dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam membangun community development melalui program pendidikan anak.
“Sekalian semua permasalahan tentang pendidikan kita tanggung. Sangat mendukung program yang dilakukan oleh pemerintah. Harapannya memicu para murid, siswa untuk ada kemauan untuk belajar.”jelasnya
Pengawasan akan pendidikan anak menjadi bagian penting, ia meminta kesadaran dari orang tua akan pentingnya pendidikan dari anak anak mulai dari Sekolah Dasar (SD).
“Kalau dia tidak naik kelas kan berarti dia mental ya, psikologisnya kan malu. Berarti kan dia terpacu untuk terus belajar, dan orang tua di minta pengawasan untuk mendorong anaknya untuk meningkatkan belajarannya.”ucapnya
Welly menjelaskan, kesadaran tersebut berawal dari anak di rumah, pengawasan serta pembelajaran di bentuk bukan hanya di bangku sekolah, untuk itu ia menekankan pentingnya pengajaran di luar dari pengawasan guru sekolah.
“Orang tua kan sekarang malu kalau anak-anaknya tidak naik kelas. Kalau dulu kan kalau naik kelas tidak naik kelas kan orang tua tidak terlalu memikirkan.”jelasnya
Ia menambahkan, potensi belajar di sekolah akan mengacu pada kualitas pendidikan, untuk itu ia meminta pihak sekolah juga mengedepankan kualitas pendidikan serta pengawasan pada siswa.
“Sehingga dia akan memicu untuk lebih perhatian kepada anak. Begitu juga guru. Kalau sekolahnya banyak siswa yang tidak naik kelas, kan membuat prestasi sekolah itu tidak bagus.”pungkasnya.
(Ajf)











