LAMPUNG (KANDIDAT) – Majunya Dr. Budiyono sebagai Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) setelah resmi mendaftarkan diri, dinilai akademisi hingga alumni kampus bakal membawa perubahan bagi kampus no 1 di Sai Bumi Ruwai Jurai.
Mantan Bupati Lampung Selatan, Wendy Melfa mengatakan, pergantian pimpinan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk menghadirkan penyegaran, terutama dalam peningkatan kinerja dan pengembangan universitas.
Menurut Wendy, semangat muda yang dimiliki Dr. Budiono diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan dan perbaikan di lingkungan Unila, baik dari sisi pengembangan material maupun akademik.
“Kebutuhan organisasi di Unila adalah pergantian pimpinan dan penyegaran, baik dalam kinerja. Kita berharap banyak Dr. Budiono dengan semangat jiwa muda bisa mempercepat pertumbuhan dan perbaikan investasi material maupun akademik, sehingga bisa berkiprah secara nasional,” ujar Wendy. Rabu (19/08)
Harapan terhadap kepemimpinan Unila ke depan juga disampaikan Nilan Nagis, mantan KPU Provinsi Lampung. Ia berharap ada perhatian terhadap Fakultas Hukum serta seluruh sivitas akademika dapat menjalankan perannya secara optimal.
“Kita berharap ada dari Fakultas Hukum karena belum ada. Semoga jika nanti terpilih bisa menjadikan Unila lebih baik lagi ke depan sesuai yang kita harapkan dan sivitas akademikanya berjalan sebagaimana mestinya,” kata Nilan.
Sementara itu, Dedi, akademisi dan doktor Universitas Lampung, menilai Dr. Budiono memiliki modal untuk membangun kepemimpinan yang kuat melalui kolaborasi bersama seluruh sivitas akademika.
Menurut Dedi, kekuatan kolaborasi, baik di internal maupun eksternal, dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan capaian Unila yang telah diraih sebelumnya.
“Ini adalah institusi yang kuat bagi Dr. Budiono bersama sivitas akademika untuk membuat Unila lebih maju pada tingkat lokal, nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia berharap, kepemimpinan ke depan juga mampu meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki daya saing di dunia kerja serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dari kalangan mahasiswa, Tegar Mulia, Sekretaris Umum (Sekum) HMI Cabang Bandar Lampung, berharap apabila Dr. Budiono terpilih menjadi Rektor Unila periode 2027–2031, peningkatan posisi Unila di tingkat nasional menjadi salah satu perhatian utama.
“Kami berharap Dr. Budiono jika terpilih menjadi Rektor Unila dapat memajukan Universitas Lampung menjadi universitas minimal 15 besar se-Indonesia,” ucapnya.
Tegar menerangkan, kedekatan calon rektor dengan mahasiswa tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu. Menurutnya, seluruh elemen mahasiswa perlu mendapatkan ruang komunikasi dan perhatian yang sama.
“Kami berharap ke depannya bukan hanya adik-adiknya yang dekat, tetapi semua elemen mahasiswa dapat dirangkul oleh Dr. Budiono,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Komisariat Hukum Bandar Lampung Eja Yoresii. Ia menekankan pentingnya rektor yang terbuka terhadap kritik dan masukan mahasiswa serta bersedia hadir secara langsung mendengarkan aspirasi mereka.
“Sebagai mahasiswa, kami berharap rektor Unila yang baru mampu lebih mendengarkan aspirasi mahasiswa, meningkatkan kualitas kampus dan membawa Unila ke tingkat nasional maupun internasional,”ungkapnya.
Menurutnya, komunikasi antara pimpinan universitas dan mahasiswa tidak cukup hanya dilakukan melalui surat maupun edaran. Rektor harus hadir dan mendengarkan secara langsung persoalan yang dihadapi mahasiswa.
“Kami berharap rektor terpilih selalu terbuka untuk kritik dan masukan dari mahasiswa serta hadir langsung mendengarkan keluhan mahasiswa, bukan sekadar memberikan kebijakan melalui selembaran kertas,” tegasnya.
Ferdinand mengungkapkan, bahwa rektor baru Unila mudah-mudahan mampu menghadirkan perubahan nyata selama periode kepemimpinannya.
“Semoga rektor baru Unila dapat membawa perubahan nyata, menjadikan kampus lebih maju, ramah kepada mahasiswa dan berani berpihak kepada akademik, bukan sekadar formalitas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dr. Budiyono resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Universitas Lampung (Unila) untuk periode 2027–2031.
Dalam pendaftaran ini, ia memastikan mengikuti tahapan seleksi dan menyatakan siap menjalani seluruh tahapan yang telah ditetapkan panitia seleksi.
Dalam proses pendaftaran, Budiono mengaku telah menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan yang dibutuhkan. Berkas tersebut di antaranya Surat Keputusan (SK) PNS, SK jabatan terakhir, NPWP, KTP, bukti pengalaman menduduki jabatan manajerial, jabatan fungsional, serta ijazah.
Saat ini, Budiono tercatat menduduki jabatan fungsional sebagai Lektor Kepala.
Selain kelengkapan administrasi, tahapan berikutnya yang harus dijalani adalah pemeriksaan kesehatan. Budiono menyebut tes kesehatan dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 15 September di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek dan Rumah Sakit Almansoor Pabaku Prawiranegara, khususnya untuk pemeriksaan kesehatan jiwa.
“Mudah-mudahan, tolong doanya saya bisa melampaui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh panitia rektor Unila,” ujar Budiono.
Menurutnya, setelah tahapan administrasi dan pemeriksaan kesehatan, proses seleksi akan dilanjutkan dengan agenda sosialisasi kepada fakultas-fakultas di lingkungan Unila.
Tahapan tersebut kemudian akan mencapai puncaknya melalui sosialisasi yang digelar di Gedung Serba Guna Unila. Dalam kesempatan itu, para calon rektor akan memaparkan gagasan serta program kerja yang akan dijalankan apabila terpilih memimpin Unila untuk periode 2027–2031.
Budiono menyatakan dirinya memiliki harapan agar Unila ke depan dapat berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin maju, sejahtera, dan berjaya.
“Pasti Unila yang lebih maju, lebih sejahtera, dan berjaya,” tandasnya.
(Yud/Hen)











