Disperkim Bidik Perum Griya Bukit Kencana

LAMPUNG (KANDIDAT) – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) kota Bandar Lampung (Balam) memastikan bakal memanggil pihak pengembang Perumahan Griya Bukit Kencana, Pasca adanya sisa material yang dibuang di aliran sungai.

Kepala Disperkim kota Bandar Lampung Muhaimin mengatakan, bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak perumahan tersebut.

“Kami sudah melakukan komunikasi terkait adanya sisa material yang diletakan di sungai,” kata Muhaimin kepada media ini. Minggu. (19/04).

Sehingga, kata Muhaimin, agar mendapatkan informasi yang lebih jelas, pihaknya akan memanggil pihak perumahan, untuk duduk bersama – sama, agar tidak ada lagi penyempitan badan sungai atau sisa material yang dibuang aliran sungai.

“Kita akan panggil pihak perumahan dalam waktu dekat, biar mereka datang ke kantor nanti, biar masalah ini cepat selesai,” tandasnya

Diberitakan sebelumnya, Warga di sekitar Perumahan Griya Bukit Kencana yang berlokasi di Jalan Tirtayasa Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, mengeluhkan tumpukan batu sisa pembangunan yang dibiarkan di aliran sungai. Batu-batu tersebut diduga merupakan bekas pembangunan pondasi perumahan.

Berdasarkan keterangan salah satu warga sekitar perumahan yang enggan disebut namanya, tumpukan batu yang telah menumpuk lama itu menyebabkan penyempitan dan pendangkalan sungai. Akibatnya, kawasan tersebut kerap kebanjiran setiap kali hujan deras mengguyur.

“Penumpukan sisa batu pondasi perumahan itu sudah lama mas dibirakan saja sama pihak perumahan. Jadi, karena tumpukan batu itu, membuat kedalaman sungai ini semakin sempit dan dangkal. Semenjak itu daerah tempat kami ini selalu terkena banjir karena luapan air yang keluar dari aliran sunga itu,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, bahwa dirinya bersama beberapa orang warga melakukan pengangkatan batu yang berada di aliran sungai tersebut ke pinggir sungai. Namun, yang anehnya pihak sejumlah pengawas dan security dari pihak perumahan menegur dirinya agar tidak melakukan hal tersebut, dengan beralasan  batu tersebut sebagai penopang pondasi agar tidak terjadi longsor.

“Tadi lihatkan mas ada batu- batu yang banyak di pinggir sungai tadi segitu banyaknya, itu saya dan beberapa warga sekitar yang meminggirkannya. Tapi karena itu saya malah di panggil dengan orang perumahan, kata mereka gak boleh minggirin batu-batu itu, karena batu itu, kata mereka, sengaja untuk menahan pondasi supaya tidak longsor. Saya di panggil itu sendiri mas sedangkan dari pihak perumahan ada 8 orang, pengawas 6 dan security 3,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapan, terkait dari pihak Lurah dan Kecamatan belum pernah sekalipun terjun langsung memeriksa aliran sungai yang berada di kawasan warga, mereka hanya berfokus apa aliran sungai yang berada di depan jalan saja, sedangkan menurutnnya dampak terutama banjir yang berada di jalan umum tersebut bersumber dari aliran sungai tempat mereka.

“Kalau dari pihak Kelurahan dan Kecamatan, belum ada sama sekali mas yang langsung melihat kesini. Mereka hanya fokus terus sama aliran sungai yang ada di depan jalan itu. Padahalkan di depan itu sering terjadi banjir karena dari sini juga,” katanya.

Warga sekitar berharap, kepada Pemerintah Kota agar dapat turun langsung dan menegur pihak perumahan, agar membersihkan sisa batu-batu bekas dari pondasi perumahan tersebut yang membuat aliran sungai menjadi sempit dan dangkal.

“Saya berharap supaya pemerintah kota turun langsung dan menegur pihak perumahan agar dapat membersihkan batu-batu itu yang membuat sungai ini menjadi sempit dan dangkal. Karena dulunya, kedalaman aliran sungai itu sekitar 1,5 meter mas. Sekarang mungkin tinggal 1 meter. Jadikan lumayan tuh kemakan oleh sisa-sisa batu pondasi itu,” tandasnya.

(Edi/Gung)